Posted on Jumat, 08 Feb 2019 21:41 WIB

Jakarta - Serangan siber terhadap perusahaan telekomunikasi saat ini memang masih didominasi dengan serangan DoS (denial-of-service) dan DDoS (distributed denial-of-service). Hal tersebut disampaikan oleh Country Director Palo Alto Network Indonesia Surung Sinamo.

Menurutnya, saat ini perusahaan telekomunikasi mungkin telah memiliki infrastruktur yang cukup untuk menangkal serangan tersebut. Meski demikian, mereka harus lebih berhati-hati dengan bentuk serangan baru.

Ia pun mengambil contoh serangan malware yang menyerang smartphone dan kemudian mencegat one-time-password (OTP). Malware tersebut bisa mencegat kode tersebut baik itu dikirim lewat SMS maupun WhatsApp.

'Jenis-jenis serangan kayak gini, yang relatively baru, dan mungkin telko in general masih catching up karena memang banyak jenis-jenis malware baru,' jelas Surung saat ditemui di kantor Palo Alto Network Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Selain serangan malware, Surung juga memperingatkan akan ancaman dari teknologi baru seperti Internet of Things (IoT). Menurutnya, IoT merupakan salah satu sektor yang paling rawan mengingat banyaknya perangkat IoT di pasaran yang mudah didapatkan dan tidak memiliki perlindungan yang sesuai.

'Merek smartphone di Indonesia mungkin no more than 10, tapi IoT device mungkin bisa ratusan atau ribuan dan nggak pakai lapor. Apalagi IoT bisa dibeli di mana saja dan nggak necessarily protected,' pungkasnya.

(vim/krs)

Sumber : inet.detik.com