Posted on Kamis, 14 Feb 2019 13:27 WIB

Jakarta - Order fiktif dan penggunaan GPS palsu -- fake GPS atau lazim disebut tuyul -- adalah salah satu masalah yang masih muncul di berbagai layanan ojek online. Salah satu cara menangani masalah ini adalah dengan menerapkan penggunaan kecerdasan buatan (AI).

Penggunaan algoritma berbasis AI sebagai pendeteksi dan pencegahan masalah tuyul dan order fiktif dari dalam sistem itu saat ini sudah diterapkan oleh Go-Jek. Dalam keterangan yang diterima detikINET, Go-Jek mengklaim algoritma AI-nya bisa menangkal order fiktif sebelum order tersebut masuk ke akun mitra driver-nya.

Disebutkan bahwa itu merupakan bagian dari langkah preventif Go-Jek untuk memastikan ekosistemnya bisa aman dari perilaku curang seperti ini. Pasalnya order fiktif dan tuyul ini adalah praktik yang mengganggu kenyamanan pelanggan dan aktivitas driver-nya selama ini.

Untuk praktik order fiktif yang dilakukan secara individual, proses penanganannya berlangsung secara otomatis. Akun oknum mitra driver yang terdeteksi punya kaitan dengan akun pelanggan dan membuat order berulang untuk dirinya sendiri akan langsung di suspend bahkan putus mitra.

Pembekuan secara otomatis juga dilakukan pada akun pelanggan yang melakukan order, namun dengan sengaja melakukan pembatalan secara berulang-ulang tanpa ada sebab yang jelas.

Berdasarkan data tim anti-fraud Go-Jek, algoritma kecerdasan buatan yang dipakai ini mampu mendeteksi penggunaan aplikasi GPS palsu dengan ketepatan hingga 98%.

Deteksi dengan menggunakan kecerdasan buatan tersebut menjadi dasar bagi Go-Jek untuk mengirimkan pesan pengingat kepada mitra driver agar menjauhi perilaku tersebut sehingga terhindar dari sanksi. Pengguna GPS palsu diidentifikasi, diedukasi, ditegur hingga diberi sanksi.

Selain itu, dengan identifikasi dini secara sistem ini, tim Go-Jek juga bisa mengumpulkan bukti-bukti tambahan yang kemudian akan menjadi bahan laporan untuk pihak kepolisian.

'Kami menindaklanjuti setiap temuan, baik secara otomatis melalui sistem, maupun dengan penindakan hukum melalui laporan yang kami buat kepada pihak kepolisian. Sikap ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan ekosistem Go-Jek yang aman bagi seluruh pelanggan dan mitra kami,' ujar Chief of Public Policy and Government Relations Go-Jek Shinto Nugroho.

(asj/krs)

Sumber : inet.detik.com