Posted on Sabtu, 09 Mar 2019 16:13 WIB

Jakarta - Beberapa pihak menilai negatif konsep layar lipat Mate X. Tak tinggal diam, Huawei pun menanggapi komentar julid tersebut.

Seperti diketahui Huawei Mate X mengusung konsep layar yang dilipat ke luar. Ada yang menilai itu bisa membuat layarnya jadi rentan tergores, bahkan rusak -- karena berada di bagian luar.

'Kami telah menguji durability-nya, tidak ada masalah,' klaim Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng, saat ditemui di kantornya.

'Penggunaan normal aman. Sampai 3-5 tahun ke depan harusnya. Tapi kalau heavy duty sih belum bisa komentar,' lanjutnya.

Agar makin melindungi, Huawei pun menyiapkan Full Protection Case yang dirancang khusus untuk ponsel layar lipat ini. Hanya saja tidak disebutkan apa case itu akan menjadi bagian dari paket pembelian atau dijual terpisah.

Selain soal durabilitasnya, 5G turut menjadi perhatian. Pasalnya ponsel ini mendukung jaringan kelima tersebut, walaupun di sejumlah negara, termasuk Indonesia, belum akan tersedia dalam waktu dekat.

'Soal ketersediaan 5G di Indonesia kembali ke operator dan pemerintah. Kami menyediakan perangkat yang telah mendukung 5G,' kata Khing.

Mate X mengusung modem Balong 5000. Ponsel ini mendukung NSA dan SA. Artinya ketika masa peralihan 5G, ponsel ini bisa digunakan. Demikian pula ketika lisensi 5G sudah ada.

'Pun kalau di Indonesia belum tersedia 5G, Mate X masih bisa dipakai karena tersedia slot yang mendukung 4G,' ujar Advent Jose, Product Marketing Manager Huawei Indonesia Consumer BG menimpali.

Mate X telah diumumkan saat Mobile World Congress pada Februari lalu di Barcelona, Spanyol. Huawei belum memastikan kapan tepatnya ponsel ini akan dilempar ke pasaran.

Pun begitu Huawei Indonesia memastikan Mate X akan dihadirkan ke Tanah Air. Direncananyakan ponsel layar lipat ini akan diboyong semester kedua tahun ini.

(afr/krs)

Sumber : inet.detik.com